Sejak 2024
Awal mula Banyoo
Hadir sejak tahun 2024 dan dikelola langsung oleh pemiliknya. Kami menyajikan daftar menu pilihan yang diracik dari resep-resep rumahan.
Makna nama
Banyoo berasal dari kata banyu, yang berarti air dalam bahasa Jawa dan beberapa bahasa daerah lainnya. Tak ada yang bisa hidup tanpa air, dan sejak dulu orang selalu bermukim di sekitarnya, di mana ada air, di sana ada kehidupan. Semangat inilah yang ingin kami bawa. Air itu tenang. Di tengah kesibukan dan keramaian Pulau Bali, menjaga ketenangan adalah komitmen yang terus kami upayakan. Berada tepat di tepi danau, nama ini terasa sebagai pilihan yang paling tepat.
Ono gayam ono banyu. Mee Mertua
Resep asli yang dibuat oleh nenek kami. Perpaduan daging ayam, jamur merang, taburan bawang putih goreng, pakcoy, dan pangsit goreng. Resep ini sengaja tidak dimodernisasi, dikurangi bahannya, atau dihias rumit, sebab tak ada yang perlu diubah dari rasa aslinya. Jika Anda ingin memahami inti dari apa yang kami sajikan, cobalah menu ini.
Siapa di balik Banyoo
Banyoo sepenuhnya dimiliki dan dijalankan oleh tim lokal. Tanpa kantor pusat atau campur tangan grup investor, pemilik tempat ini yang turun tangan langsung menentukan setiap menu yang kami sajikan.
Cara kami memasak
Pilihan menu yang terbatas, di mana setiap hidangan baru diolah setelah dipesan. Berbagai pencuci mulut hingga kue dibuat langsung di dapur kami, termasuk olahan pandannya. Jika menu kami berganti, itu terjadi karena tim dapur memang ingin mengolah hal baru, bukan karena sekadar mengejar tren.
Menu favorit pengunjung
Beberapa hidangan yang selalu ada di menu sejak awal kami buka. Harga belum termasuk pajak 11% dan layanan 5%, seperti yang tertera pada menu cetak.
Karier
Kami bergerak dalam tim kecil di dapur yang sederhana. Saat merekrut, kami memilih talenta lokal dan melatih mereka dari awal.